Adventure

Tampilkan postingan dengan label Gila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gila. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

The X n't File

"Esok tgl 10 juli 2011, siap-siap bawa ember dan tisu" hemmmm begitulah teman-temanku menghiburku, gak bohsannya mereka mengatakan itu....."puas-puas!!!!".

Sebulan sebelumnya tepatnya tgl 29 juni 2011, kita berkumpul di Pati tempatnya Yuni. Ak, uswa, yuni n husband, hanik, sadan, bang arif n dek wid (mbah sebenere.red). Waktu itu mereka merencanakan tuk bareng-bareng menghadiri nikahane ondol #ups Winda. Udah ak bayangin bakalan mampus ak kalo seandainya ak bareng sama mereka, pengalaman kemaren aj dibikin risau galau ni ati ama mereka "asyik c sebenere, menghibur n mematikan" wakakakaka. Ada kepikiran dalam hati kecil ak tuk berangkat sendirian kesana by train, ntah nantinya kita bertemu di tempat acara.

waktu terus berjalan, hingga pada waktu yang telah ditentukan dan ditakdirkan. Kita gak bisa bareng menghadiri acara itu. Kenyataannya ak berangkat sendiri kesana, dan tak ada teman satu pun yang dulu kita berencana ke acara ini hadir, kecuali aku, yang bak Arjuna melangkah dengan gagahnya menghadiri acara itu (mencoba menghibur diri.red). Ternyata memang temen-temen lagi banyak kendala tuk menghadirinya, tak apalah yg penting doanya buat kedua mempelai.

"resmi dah"

Tapi setidaknya ada yang mendampingi ak tuk mendinginkan hati agar tetap dingin. hohohohoo tan-tan begitu ak panggil akrab dy. Sungguh bersyukur ak bertemu dengan dia 3 minggu sebelum hari ini dan berpisah sampe waktu yang blm bisa ditentukan dari sekarang. Pertemuan yang tidak ak sangka sebelumnya ini akan terjadi. Inilah takdir Illahi, Huallahu...

"new couple"

Aku tidak akan membahas panjang lebar tentang tan-tan dlm cerita ini, mybe di cerita lain aj.

Kembali ke masa lalu...%^%$*^(#*%@*%&%^%#$@%^((^%#!!@#%^*()?///... May be ak merasa konyol dalam pikiran beberapa temanku... "jar kalo ak jadi kamu, ak gak akan menghadiri acara itu!"..."jar, ngapain lu kesana cari penyakit aj lu!"..."eh lu udah autis ya?"..."gokil lu font!"...ehehehe sebenere tidak sebegitu bangetnya percakapan itu... Tapi intinya pada begitu. Ada juga yang menyanjung..."gw salut ma ade"..."waow sangar!!!!"..."lelaki banget lu font"..."oya?yang bener u mo datang?salut deh"..."siip gw doain moga lancar terkendali"...ehehehe lagi-lagi ak hiperbolakan, tapi setidaknya ya seperti itulah ak mencoba mentranslate kan lontaran temen-temen guna menyuport ak. Ehehehe thx u untuk semuanya bahkan yang sering mace kayak gini..."beneran u datang?jangan lupa bawa ember n tisu yak!"...wakakakakakasyemmmmmm.

Satu minggu sebelum acara (waktu itu aku lagi ngising "BAB" di toilet.red) ada sms masuk yang berbicara seperti ini :

"Salam... blablablablablablablablabla pernikahan kami Winda dan Hendri, akad nikah pada 10 juli 2011 di mushola (depan rumah e pokoknya.red) pukul 08.00 dan resepsi dilaksanakan di gedung (lupa juga namanya.red) pukul 11.00. semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan bla bla bla bla bla bla....."
lantas ak bls sms nya :
"ini pemberitahuan apa undangan?" me
"ya undangan lah, datang yuaw ma teman-teman!" her
"maksutnya mushola itu yg didepan rumah itu ya?trus gedung resepsi itu alamatnya dimana?" me
"........." her (kagak dibales....) hemmm niat ngundang kagak sih?

Sebenarnya ak dah nunggu sms ni dari beberapa hari kemaren, soalnya sekalian ak ada janji ama tan-tan tuk menghadiri acara itu n ada misi lain dari kita. Ya itupun kalau diundang (harap-harap cemas.red), tapi misalpun tidak, kita tetep akan ke PWT guna misi lain itu. ehehehe. Menjelang hari H temen-temen solo pada mis comunet semua, ak pun jadi bingung mo gimana, ukeylah sampai ak buat itinenary dari plan A, B, C, D, F akhirnya ke plan B lagi. Ihihihi plan B yaitu berangkat sendiri dari solo ke PWT.

"menghibur diri di Obamb"

Beruntungnya jadi anak backpacker, kemana-mana ada yang mau nampung. Really kita (aku ama tan-tan.red) ditawarin ama temen BP (Backpacker.red) "Irma" dari purbalingga tuk menginap di rumahnya, tapi karena waktu n kondisi yang saat itu kurang memungkinkan dan kebetulan kakak kelas ak, sekaligus guru ak, sekaligus penolongku waktu itu, sekaligus temen dan senior ak di USF, temennya winda juga, temennya mas arif, yoga, johan, uswa n sapa aj yang kenal dialah....*hihihihi ribet banget cuma mau sebut dia "mas dion" menawari tuk stay dulu di kedai kopi nya. Oya sekalian promote nih...kedai kopinya bernama "Rumah Kopi Obamb" tempatnya keren lho, enak, asyik buat kongkow, n pemiliknya "Opa Bamb" orangnya asik buat ngobrol, tapi sayang kemaren cuma bertemu n ngobrol bentar, pokoke ajiblah. Khusus rumah kopi Obamb ak ulas di episode berikutnya aj yak..ehehehe.


"rumah kopi Obamb"

"sudut Obamb"

Pagi itu kita berangkat bertiga, ak, tan, n bang dion. hemmm dah ak siapkan bawa tisu ditas, eeee lupa ak bawa ke saku...hemmm tak apelah ada tan-tan disampingku yang siap mengusap dengan senyumannya *wuikkkk ngomong apa c lu font.red* ehehehe. Sampai ditempat kejadian perkara kita pun sempat bingung, ni kita mo ketemu sapa yak? Muncullah "danu" adiknya winda beserta serenteng kamera di tubuhnya, yang menyalami awal kita, lalu mbak Ika. Tempat yang bersejarah akhirnya dikerubuni tamu undangan dan kerabat. Langkahku sempet ragu tuk ikut menempatkan diri disana (mushola.red). Dengan senyum khas tan-tan dan ahli olah rasa dion akhirnya memantapkanku tuk berada didalam rumah suci beserta yang lain.

Ak berada dibarisan ke 2 dibelakang mempelai bersama tan-tan. Dan acarapun dimulai. Tampak kedua mempelai duduk bersanding menghadap ke penghulu beserta pak Narto (ayah winda.red) dibelakang penghulu. Di baris depanku ada mbak Ika (kakak winda.red), Ibu Kartini (ibuna winda.red), beserta saudara, dan Bapak dari mempelai pria. Kesemuanya memakai pakaian rapi dan tertutup, cuma ada satu yang datang ditengah acara dengan pakaian pesta ala jakarta banget, ak ama tan-tan cuma bengong ngliatnya (hah?yang bener aj bu, salah kostum kali, udah berumur datang ke acara ginian cuma pakai pakaian setengah jadi, hadow...ni dijawa bu, yang lain pada pake kebaya ini dengan pede nya pakai pakaian pesta, yah tak payahlah itu dibahas, senyaman sampeyan aj deh bu. hadew...). Ukey kita lanjut, eh ternyata ada ibu-ibu berkaca-mata dengan wajah yang tidak begitu asing dengan ku...hem sempet mikir juga lupa nama waktu itu..."heh kamu" hahaha sambil mikir nama yang akhirnya terucap juga "disini kamu vi?" hahaha namanya Novi (adik ipe mbak Ika.red). Oya perasaan dari tadi ak gak melihat temen-temennya winda yang dari jakarta, pada datang gak c ya mereka? Ow ternyata temen-temen jakarta juga pada berhalangan hadir. Hadow, ak sangat menyayangkan akan hal ini, masak c temen-temen deket winda yang ak kenal gak ada yang datang satu pun, entah yang dari solo ataupun jakarta, hemmmm tak apalah yang penting doanya aj. Sebenernya inikan acara yg sakral, tapi dasar gokil ketemu temen lama akhirnya kita ngobrol, eh ak pikir-pikir ada yang terlewatkan tadi di acara ini, yaitu pengucapan ijab qobul antara mempelai pria dengan penghulu. "Saya terima nikahnya bla bla bla bla ... syah?...syah!" nah seharusnya pada waktu itu ak teriak "tidak syah!!!!" hhahahahahaha gubrak..... itu bercanda, tidak terucap gara-gara ak ngobrol ama tan-tan n novi...hadewwww.... hahaha gurau itu hanya gurau aj, ehehe tapi klo beneran gokil banget ye...ehehehehehe.

Selesai ijab qobul, waktunya menyantap hidangan pagi. Aku dah mengira, apa tan-tan bisa makan hidangan ini? tapi mau gak mau harus dipaksakan, takut cacing dalam perut protes. Selesai breakfast kita pamitan ama keluarga dan kedua mempelai. Rada segan juga c waktu pamitan satu persatu ama keluarga dan mempelai, "congrate ya hen goodluck!" cakapku, "terima kasih mas dah datang" balas hendri...(wakakakaka gw dipanggil mas, mang lu adik gw?eh kenapa tadi ak bilang "gudluck" yak?ahaha dahlah pokoke selamat deh buat kalian berdua, akhirnya tiba saat waktunya yang kalian anggap berbahagia)

Ak datang kesini udah niatan dari awal dan awal, entah itu ada tan-tan ataupun tidak. Niat untuk menjaga tali silaturahmi karena kita saling kenal satu sama lain, dan sempat mempunyai hub yang special, datang dengan niat baik, pulangpun dengan pamitan yang baik. Serasa terlepas beban dan perasaan selama ini, iklas lahir batin. Sebelumnya ak dah "pamitan" kepada kedua ortumu nda jauh-jauh bulan selepas kita "end", meminta maaf kepada ortumu jika fjr ada salah sengaja ato tidak, mungkin itu hal yg tidak perlu buat sebagian orang, tapi fjr ingin melakukannya dan akhirnya bisa terlaksana juga, Alhamdulillah. Dan fajar juga minta maaf jika selama ini fjr ada salah ama kalian. Hen, winda adalah tulang rusukmu, maka jagalah dia dalam keadaan apapun! Semoga selalu dijalan Nya... Amin.

by dofont

Kamis, 14 Juli 2011

Surat untuk Ayah

Beberapa teman ak mengatakan kalo hidupku itu enak.
Beberapa tetanggaku pun juga mengatakan demikian.
Bahkan sodaraku pun sependapat dengan itu.
Sebenarnya tidak sebegitunya kawan, om, bang.
Aku berusaha mengalihkan semua permasalahan hidup aku, menutupi kegelisahan dengan selalu berucap "hehehehe" dalam setiap cakapku.
Diam mendengarkan orang berbicara, mencoba memperhatikan dengan seksama dan jelas, mencoba mengerti apa yang orang bicarakan.
Perasa? banget kalo ingin ak perhatikan, Cuek? pasti kalo ak ingin menghiraukan.

Bi, ak selalu mencoba untuk mengerti akan kemauanmu. Aku sebisa mungkin menuruti apa perintahmu. Sebisa mungkin ak tak membantah perintahmu. Aku terima kasih banget telah diberi pendidikan setingkat ini, yang membuat ak lebih bisa merasakan dan memandang kehidupan dalam arti luas. Meski ada banyak ganjalan ak melewatinya, itulah hidup.

Sejak ak masih SD, ak selalu engkau perintah mengenai pekerjaan sehari-hari dirumah, ngepel, nyuci, nyapu, cuci piring, ini itu dan sebagainya. SMP, engkau perintahkan ak menyebar pupuk cair disawah, daut, matun, macul, ngarit, n others. SMK, engkau perintahkan ak kesana-kesini, beli ini beli itu dll. Saat SMK pun ak menuruti apa saranmu "kamu ak masukkan ke jurusan Otomotif", padahal ak minat di jurusan "teknik elektro", ak nurut apa perintahmu karena ak engkau didik sebagai anak yang penurut. Selesai SMK dengan predikat juara 1 jurusan Otomotif dan engkaupun mengabaikan undangan pihak sekolah untuk menghadiri upacara pelepasan siswa terbaik itu. Masuk perguruan tinggi, aku pun bingung mo kemana, aku sungguh katrok waktu itu karena ak tidak bisa menentukan pilihanku sendiri. Akhirnya ak terdampar di Almameterku dengan jurusan "Teknik Mesin". Entah kenapa dijurusan ini sampai saat ini aku merasa aku belum mendapatkan ilmu secara seorang "engineering", mungkin karena ak terlalu asyik dengan "keluarga" baruku disana? Ya keluarga baru, yang aku rasakan saat itu, dimana ak bisa mengemukakan pendapat dan pikiran secara bebas tapi sopan, berbagi pengalaman, makan bareng, tidur bareng, yang dimana aku tidak merasakan hal itu dirumah. Dan bahkan kenyataanya pun di akhir Wisuda sarjanaku, hanya ak sendiri yang disana, tanpamu Abi. Secara nyata, ak tidak pernah merasakan graduasiku bersamamu Abi, meski jelas engkau ada dan nyata.

"masih belajar memahami kehidupan"

Itulah Bi, kenapa ak sekarang seperti ini mungkin. Dari sekian yang Abi perintahkan kepadaku, satu yang engkau lupa menurutku, engkau tidak mengajari ak bagaimana itu semua dikerjakan kenapa harus dikerjakan. Hanya perintah kosong yang aku dapat, dan akhirnya kebosanan dengan perintah-perintah itu. Aku mencoba mengerti secara "otodidak" apa yang engkau perintahkan. Bahkan dalam hal ilmu agama, ak tau Abi lebih mengerti soal itu dari pada guru-guru agamaku disekolahan, tapi kenapa tidak Abi ajarkan kepadaku? Aku harus mencari sendiri semua itu, ilmu ngaji, tajwid, tafsir. Kenapa harus orang lain? dan akhirnya lihat sekarang kita punya penfsiran yang berbeda soal agama, dikit-dikit Abi tidak setuju dengan pemikiranku. Kemana Abi selama ini? Aku anakmu Bi, bukan orang lain. Aku lebih banyak mendengar ceramahmu kepada orang lain dari pada kepadaku. Tentang hukum Islam, cara ucap Abi kepadaku beda saat Abi berceramah kepada orang lain yang butuh masukan mengenai agama.
Who am i?

Abi, tidak pantas ak mengatkan ini, "tiap anak mempunyai cara pandang, sifat, kelemahan dan kekurangan masing-masing" Abi tau gak yang dirasakan anak Abi?
Aku selalu salah dimata Abi, entah kenapa kita mempunyai cara pandang yang sangat berbeda sekali. Aku berusaha untuk memahamimu Abi, bahkan saya yakin Adi yang menurut Abi anak yang "ndablek", bandel, dia juga punya rasa yang sama dengan pikiranku. Makanya saat Abi melepaskan urusan Adi ke aku, aku lebih membebaskan dia dengan masa mudanya, dan aku yakin dengan tingkahnya yang tidak akan macam-macam seperti yang Abi lihat dengan teman-temannya.

Memang tidak dipungkiri lagi bahwa mendidik anak masa sekarang dengan masa lampau itu harus dibedakan, jangan disamakan, itu tidak akan bisa. Meskipun iya itu akan sangat berbenturan sekali dengan masa sekarang dan itulah awal mula menjadikan anak berpikir tercabang tidak selaras.

Maaf Abi, aku hanya bisa mencurahkan ini semua disini. Tidak akan mungkin ak lontarkan kehadapan Abi pemikiran macam ini, karena ak tau itu tidak pantas dari anak ke orang tua.

Hamba serahkan semuanya pada Mu ya Allah. Aku berusaha untuk tidak berkata "tidak" pada orang tua ku. Aku bingung ya Allah, berilah petunjuk dan tunjukkan jalan yang lurus ke jalan Mu ya Allah, baik bagiku dan agamaku. Amin....

Muhamad Fajar S N, ST

Senin, 27 Juni 2011

9 (nine) day

Entah mengapa aku tak berdaya, Waktu kau bisikkan,

"besok the last day ya?" after 9 days we are together

Tak tahu di mana ada getar terasa, Waktu kau katakan

"aku juga selesa ma kamu"

ak tak bosan, ak tak capek, really, i dont know why.

Seperti biasa aku hanya bisa terdiam tak banyak cakap, Hanya mampu pandangi

Bibir tipismu yang menari, senyum simpul setiap kali ak fokuskan lensa

Seperti biasa aku tak sanggup berjanji, Hanya mampu katakan:

"Aku cinta kau saat ini"

Entah esok hari

Entah lusa nanti

Entah

"tan-tan"

Sungguh galau memang

Aku serase tak mampu beri sayang yang cantik

Seperi kisah cinta di dalam komik dan syairnya iwan fals

Sungguh galau memang

Buang saja angan angan itu

Lalu cepat peluk aku sebelum keberangkatan ini

Lanjutkan saja langkah kita

keep going...untuk mimpi-mimpi kita


by dofont "galau"..//dedicate for "tan-tan" daughter sent by God to open the door of my heart

"entah" digubah dr iwan fals//@ngarsopuro

Rabu, 04 Mei 2011

Dear Education Indonesia

Bawang, sebuah kota kecil dari kabupaten Batang, Pekalongan. Menikmati keasrian alam dikaki gunung perahu. Menikmati kehidupan warga dipasar bawang. Bener-bener kota sayur...ehe komoditi utama disini adalah sayuran pastinya karena suhu udara yang sangat mendukung sekali. Dan pastinya banyak orang terpandang dari kota kecil ini, tak heran beberapa diantaranya menduduki kursi sebagai anggota DPR.

Kebiasaan dirumah bangun pagi setelah sholat subuh gak bisa tidur lg, yah dari pada ngapain mending jalan-jalan kepasar atas dan seterusnya pe kaki ini kecapean. Kebetulan waktu itu bertepatan dengan ujian akhir sekolah buat pelajar SD. Dan tentunya disepanjang jln yg ak lalui dengan jalan kaki ini tidak terlalu ramai. Semua anak memakai pakaian seragam rapi berjalan beriringan menuju tempat mereka sekolah, dan seperti biasa tulisan "Harap Tenang Ada Ujian" selalu terpasang rapi dipintu gerbang sekolah...apa itu juga merupakan aturan dari kementrian?ehee nggak lah...

Kulanjutkan perjalananku keatas, sepanjang perjalanan banyak ak bertemu warga yg berjemur didepan rumahnya yg berdekatan dengan jalan..."mari pak, sugeng enjang"...sambil menundukkan kepala dan senyum manis...weeeks :p. Keramahan penduduk masih sangat terasa disini. Satu lagi nih...setelah berjalan kurang lebih 2km dr tempatku singgah, ada yg menghampiriku dengan motor cowok, berjaket kulit hitam, bersepatu boots, "mo kemana mas?"..."emmm, mo jalan keatas pak, maaf bapak mo kemana yak?"..."saya jg keatas bareng aj sekalian"...*weeeh mau banget*...tapi siapa gerangan bapak ini?...hebatkan keramaah orang sini, kenal aj belum....

Ternyata usut punya kusut eh ralat urut ups usut...beliau adalah seorang pengajar di salah satu SD yg terletak didesa cigemplong di lereng gunung perahu. Perjalanan dari pasar Bawang ke tempat beliau mengajar kurang lebih 1jam dengan medan yang menanjak dan jalanan licin beraspal semen, tapi pemandangan sepanjang perjalanan jangan heran, keren booo....Subhanallah.

Mesin motorpun dimatikan dan diparkir rapi dengan motor guru-guru yang lain. "hemmm jauh ya pak, ni udah nyampe pak?"..."hem?belum, tu masih jalan kaki lagi ke desa atas tu!" sambil menunjukkan arah keatas bukit..."hah?" yang bener aj pak, masih jalan kaki mendaki lereng gunung. Dan gak nyangka jg para murid jg terlihat bintik putih merah dilereng gunung dari tempat ak berpijak. Hem bener-bener perjuangan tuk mendapatkan bekal ilmu disana.

Ternyata disini ada 2 Sekolah Dasar, yang satu di desa cigemplong dan yang satu lagi didesa rejosari. Kebetulan ak dipertemukan ama Pak Abu, beliau mengajar di SD Pranten 01 desa Rejosari. Karena Pak Abu sendirian ya ak coba bareng dengan beliau, dengan harapan tau jalan menuju dataran tinggi Dieng. Oya ak lupa dari sini kita bs lanjut ke Dieng lho, tp ya dengan perjlanan ekstra...tapi bukan Dieng yg kita bicarakan, key!lanjut...

"bersama Pak Abu di depan ruang kelas SD Pranten 01"

Perjalanan ke SD pranten ini lumayan berat, tapi tidak bagi orang yang berhati besar seperti Pak Abu ini. Perjalanan "ngetrack" ini di dominasi oleh jalur bebatuan, tanah, sungai kecil berbau belerang yang menyengat, dan lereng bukit dan ladang milik petani. Pejalanan kurang lebih 1jam 15menit (pastinya ak lupa.red). Disepanjang perjalanan Pak Abu bercerita tentang pengalaman hidup yang tak selamanya indah ini. Perjalanan mengajar beliau dimulai dari bapaknya yang seorang kepala sekolah di sebuah Sekolah Dasar pada waktu itu. Berbekal tamatan PGA beliau mengajarkan tetang Agama. Sempet berhenti dari kegiatan mengajar dan merantau ke surabaya berdalih mencari penghidupan yang layak. Tapi toh akhirnya jiwa mengabdi kepada negara memanggilnya tuk kembali mengajar. Dengan bujukan dari beberapa temannya seprofesi akhirnya beliau mengambil langkah tuk menjadi guru lagi. Disepanjang perjalanan Pak Abu tidak henti-hentinya bercerita tentang suka duka mengajar di SD Pranten 01 itu.

Dengan bersepatu boots dan sebotol air minum bekal perjalanan menuju tempat kerjanya. Nafas terengah terasa sekali bagi beliau yang sudah berumur. Sepatu boots adalah sepatu dinas wajib baginya, belum lagi mantol yang harus selalu tersedia di tas kerjanya guna teman berteduh dari hujan lokal yang tidak tau kapan terjadinya, apalagi dialam pegunungan seperti ini. Apa yang akan terjadi dlm perjalanan ini tidak bisa diprediksi, yang paling bahaya kalo saja terjadi tanah longsor, karena jalur yang dilalui relatif naek turun tebing. Praktis jam kerjapun berkurang dari jam kerja guru pada umumnya, beliau hanya masuk 5 hari kerja, bahkan tidak jarang jg karena medan yang dilaluinya cukup berat hanya mengajar 3 hari saja, dan secara otomatis guru yang lain menggantikan peran beliau, begitu bergantian. Resiko yang diambil, imbalan yang diterima dari pemerintah pun tidak seimbang dengan perjuangan beliau secara materi. Tapi bagi beliau adalah keikhlasannya membagi ilmu yang dia dapat untuk orang-orang disekitarlah yang menjadi motivasinya selama ini.


"Bu Nia dan Bu Muha, inilah salah satu track yg harus dilalui"

Salut buat "mereka" yang mengajar dipedalaman. Seharusnya bagi dinas memberi harga yang setimpal dengan perjuangannya dan memfasilitasi dengan membuat jalur yang aman bagi mereka.

Bukan hanya Pak Abu saja yang melewati jalur ini, ada Bu Nia dan Bu Muha serta Pak Ridwan. Mereka adalah orang-orang yang tegar demi pendidikan. Semoga perjuangannya selama ini memberi hasil dunia akhirat pada nantinya, amin.

kata kunci : Pendidikan, anggota DPR, Guru, Tebing, Imbalan, Ikhlaas.

NB : menurut beberapa sumber yang ak dapatkan didaerah ini banyak yang duduk sebagai anggota DPR kab Batang, tapi toh?so look up

thx Nia buat fotonya...

solo, may 04/10. by dofont

Rabu, 27 April 2011

Sensasi Senam Jantung (sehat nggak ya?)

pernah liat tulisan ini diatas dasbor bus di kaca depan ga...?

"Bila sopir ngebut mohon telp :

0318973558, 0318973559

Via sms : 08155104883"


hahaha klo dipikir-pikir tulisan ini cm ejekan bagi orang yg didalam bus.

"pengen cepat? ya duduk manis lah"

"pengen merasa aman? ya keluarlah cari bus lain"

hahahahaha.....

"hati-hati n tetap waspada dijalan"

sebagian penumpang, merasa enjoy aj bisa sampai tujuan lebih cepat.

tp klo pengguna jalan, hem serasa pengen ku bakar itu bus.


diliat dari skil mengemudi emang "mereka" jagonya.

mikel sumaker (ejaan jawa.red) mah gak ada apa-apanya.


heran juga sebenarnya yg "mereka" kejar tu apa ya?

yg ak tau sopir bus itu kejar setoran, tapi ini, bukan kyk ngejar setoran tp ngejar waktu.


yg sudah ak n beberapa teman alamin dengan bus ini :

"surabaya-solo waktu tempuh 4 jam."

"semarang-solo waktu tempuh 1.5 jam."

"jogja-solo waktu tempuh 1 jam bahkan kurang."


klo pengen nikmatin sensasi senam jantung ya silahkan duduk di bangku paling depan dah, dijamin mata melek terus liat lihainya sopir ngendaliin si karet bundar n menyalip kendaraan yg "lemot-lemot" (bagi sopir.red). n jantung pun berdegup kencang.

nih beberapa bus referensi buat senam jantung :

"sumber kecana"

"ira"

"ika"

(tanpa sebut merk.red)

by red font, dofont

Rabu, 17 November 2010

Membuka Hati

Open (buka) heart (hati), so? Open heart = membuka hati



Ada dua malaikat yg konon berada dikedua sisi kita. Yang kanan sebut aja si putih yang selalu memberikan jawaban, saran atau tidakan yg baek. Yang kiri sebut aja si hitam yang selalu menggoda untuk memberikan jawaban, saran dan tindakan yang kurang baik.

Mari kita ikuti percakapan keduanya saat si empunya tubuh berada dalam suatu pemikiran yang pelik.

Butuh waktu yg lama mungkin untuk menyembuhkan perasaan yg pernah disakiti (hitam “ah cement, cowok kok disakiti ma cewek”. Putih “bukan begitu boy, itu karena tuan kita ini orang yang begitu baek dan tidak mau merusak suatu hub, dia akan mempertahankan sebisanya dan tidak akan memaksa, mosok hati dipaksakan? Enggak enak bangetkan? Tuhan yang menentukan boy!”. Hitam “betul aja, pe dia butuh waktu sekian lama untuk memperbaiki luka hati yang teriris-iris itu, ok kalo Tuhan yang menentukan itu benar, tapi dy seharusnya berusaha tuk mengejarnya.”).... Heeeeyyyy kalian pada ngapain? Coment aj bisanya!!!! Diem dulu aku mo lanjutin ceritanya ni...grrrrrrr!!!!!



Yang aku rasakan cukup selama setahun untuk merasa ringan sakit ini sudah, walaupun kadang gak munafik klo itu masih berasa (hitam “dari tadi berasa-berasa mulu mang u ngrasain apa?kecut?mandi dulu sana!!. Putih “crewet aj lu diem dulu nape? Yang dia rasain itu kegundahan hatinya selama ini!”) Tapi alhamdulillah dengan dukungan dari teman-teman dekatku semua itu bisa terlewati. Aku bersyukur sekali telah melalui pengalaman yang sangat berharga ini. Jujur dalam hati kecilku dulu waktu masih berhubungan, aku kadang membayangkan, bagaimana kalau nantinya kita putus dan sudah tidak bersama lagi? Waw bisa mati bunuh diri aku, gatau lah gimana perasaannya kalo sampai itu terjadi. Dan akhirnya sugesti itu real adanya. Suatu masa dimana kamu memilih yang lain. Rasanya seperti ada se buah benda besar sekali berada diatasmu dan dalam hitungan detik benda itu akan jatuh dan menimpamu jika kamu tidak segera mencari penyangganya. Behhhhh dan bener apa kata syair pedhangdhut itu “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati ini” puoll sakitnya minta ampun (hitam “hahaha pake nangis nggak?hahaha cement sakit gigi aja nangis palagi sakit hati semalem suntuk tu nangis dikamar..hahahaha. Putih “kamu tuh! Ngece aja bisanya, kalo dia sakit gigi itu dia lebih banyak diam ditempat konsentrasi biar nyerinya segera selesai! Kalo sakit hati dia malah gabisa diem, nggluyur terus cari suasana yang bisa nenangin pikiran! Hu sok tau aj lu tem!”). Padahal yang namanya sakit gigi itu, behhh sedetik tapi plennng “mampus lu!” teriak para penghuni gigi dengan mantapnya. Tapi kalo sakit gigikan obatnya bisa dibeli di apotik, tinggal bilang aja “mbak ada asam mefenamat?” beres deh sakit gigina. Tapi coba bayangkan! Bagi yang sudah pernah merasakan pasti tau gimana sakit hati itu. Obatnya di apotik kagak ada. Adanya obat liver buat organ hati. Tapi masalahnya yang sakit itu bukan organ nya! Tapi hatinya!!!! Ah tau deh gimana njelasinnya. Coba bilang ke petugas apotik “mbak ada obat sakit hati?”. Petugas “oh ada nih” sambil menyodorkan secarik kertas....”loh apa ini mbak? Kok nomer telp hp?”....”iya itu nomer telp saya, call aja kalo lagi kesepian!”....@#@$$%##$%^ gubrak!!!! injjih mbak!!!

Huft....ternyta benar juga apa kata temen, kenapa kok setelah kejadian itu saat kita mencoba berhubungan dengan orang lain merasa ada yg mengganjal (hitam “mungkin kamu lagi hor** kali makanya ngeganjel”....”plak duk theng!!!!” si hitam dipukul pake wajan teflon ama si putih... Putih “gila luh kalo ngomong!!! Disensor kenape?!!! Ngaco!, rasain tuh!!! Maksudnya tuh mungkin dia masih trauma dengan hubungan yang dulu, makanya dia merasa ragu saat mo berrelationship lagi”). Ya karena kita belum bisa membuka hati ama orang lain ternyata. Walaupun kita memaksakan untuk “klik” tetep aja gabisa. Gatau kenapa.

Dan akhirnya sayapun menikmati kejombloan ini, jomblo bukan berarti sendiri lho. Malah dengan status single ini aku bebas untuk berpetualang dan bersosialisasi dengan orang baru. Dan banyak temen baru bermunculan. Bahkan kegilaanku ama yang namanya dolan begitu besar, ingin rasanya menjelajahi semua keindahan alam n pulau di negara ini. (hitam “busyet!!! Ngabisin duit mulu kamu!” sambil memegangi kepalanya yang masih benjol kena timpuk teflon dari si putih... Putih “kali ini lu ada benernya tem, tapikan kemaren dia backpackeran pake duit dia sendiri”). Dan pikirankupun mulai terbuka lebar untuk menatap dunia yang luas, tapi ada rasanya juga aku terlambat untuk menatap itu, yah merasa “kok baru sekarang ya?” hemm konyol, “kemana aj lu?”. (hitam “kesambet ama tu cewek kali”. Putih “bukan itu maksudnya si item, tapi mungkin dulu dia terlalu memikirkan ceweknya, jadi ya dia merasa tidak bisa bebas seperti sekarang ini”).

Saking ngefansnya ma sheila on7, hahaaha “lagu yang terlewatkan” cocok menggambarkan diriku sekarang, melihat temen2 deketku dulu, yang sekarang pada udah berkeluarga. (Hitam “Hahahaha lebay”).... “mudah saja” menjadi cerita FTV yang romantis. “sekali lagi” mengingatkan dulu waktu masih masa pedekate dan ternyata kandas ditengah jalan. Hhahahhaha dan masih banyak lagi yang mengiringi ngeresnya hati pada waktu itu. (Putih “duh yang lagi mellow, pa mungkin karena lagu-lagu ini ya kamu jadi mellow?”)

Tapi sayangnya hubungan itu seperti ga bisa disambung lagi. Yah sekedar silaturahmi “hello” aja enggak. Gak tau kenapa. Pa mungkin dikira aku masih berharap? Enggak tuh. Ya mungkin dulu iya waktu masih anget-anget tai ayam itu. Sekarang? Enggak girls, ak dah bisa menerima keadaanmu sekarang kok. Dan mungkin kata saling memaafkan itu selalu terlontar dari mulut, tapi real “iam sorry guys”. Caci makian yg terlontar itu hanya emosi sesaat dari hal-hal yang “anget-anget tai ayam”, itu kondisi yang wajar (open ur mine). (hitam “eh ngapain sih kamu mo silaturahmi ma tu orang lagi, jelas-jelas u kemaren dah nyoba hub dia tapi apa balesan dari dia? Kalian kan berteman sudah lama, masak semudah itu hubungan itu hilang? Lagian kemaren udah kamu telp, kan dia bisa aja telp balik kamu kalo pikirannya dia itu niat baik kamu tuk jalin silaturahmi lagi, tapi apa? Secara gituloh dia gak balik kabar ke kamu, karena pikirannya masih negatif tentang kamu!”.....”negatif? mang aku salah apa?”....”nah makanya itu, lu gak slah apa-apa, tapi kenapa dia gak bales telp kamu, ato sekedar merespon ‘ada kepentingan apakah kamu telepon aku?’ huuuuffft capek deh!..... Putih “sabar tem, mungkin dia waktu itu lagi sibuk acara keluarga, n gak sempet balas niat baik tuan kita, semua nanti pasti ada ujungnya kok. Kita pasrahkan aja sama yang diatas.”)

Sekarang tinggal berjuang untuk menatap dan mendapatkan masa depan dan semoga bisa melanjutkan petualanganku yang belum selesai ini. Semua di tangan Tuhan hanya Tuhan yang tau.

Hitam “ah yowes terserah sampeyan we”. Putih “kenapa tem?nyante kenapa? Tidak semua orang lho bisa ngungkapin perasaannya dengan cara seperti ini. Ni aja mungkin tuan lagi gokil-gokilnya nulis ‘base true story’ kayak gini. Biar kalo ada yang baca berpikiran ‘gua gini nggak ya?’...”

16 nop 2010
by red.font dofont

Selasa, 14 September 2010

childhood romance

Hari ini tgl 11 september 2010, tepatnya 2 hari setelah lebaran, udara pagi yg sejuk membawaku tergesa gesa untuk bergowes ke tempat eyang yang letaknya kurang lebih 3km dari rumah ortuku. Sengaja aku kesana tuk sungkem, karena kemaren aku ndak ikut sungkem beserta ortu ke rumah eyang. Lebaran kali ini tidak terasa beda bgt moga yg beda adalah keimanan kita semakin lebih baik, amin ya Rob.

Setelah dari rumah eyang aku gowes ke rumah temanku SMP yah sekedar silaturahmi lebaran, maklum dah tradisi setiap lebaran mampir ke rumah-rumah temen sekedar bercengkrama menanyakan kabar.

Eit bukan itu yg mo aku bahas. Yang aku bahas adalah cerita konyol sekaligus menggemaskan di masa kecilku yang berhasil aku korek dari teman masa kecil “Ida”, teman kecil yang gak pernah dolan bareng apalagi ngobrol, adanya juga ejek-ejekan anak kecil masa TK-SD. Masa yg mungkin hanya menjadi bahan obrolan lewat sesaat ato bahkan yg lebih menghargai adalah nostalgia masa kecil yg tidak pernah terungkap kepermukaan. Banyak ternyata yg gak aku ketahui pada masa kanak-kanak dulu. Apa mungkin karena aku pernah jatuh dari atas plafon rumah dan ingatan masa kanakku berkurang ato bahkan hilang sebagian “lupa-lupa ingat?”



Bahkan aku baru inget kalo ni anak satu sekolahan SMP bersamaku, Cuma beda kelas. Eh tu aja juga baru terungkap kemaren dalam obrolan panjang dalam waktu singkat. Bahkan kisah percintaan “cinta monyet”ku dengan sodara perempuannya. Biyuh!!!!! “kemana aja elu jar????”

Membicarakan masa kanak-kanak dulu ternyata mengasyikkan, banyak hal-hal yg kamu anggap sepele tapi ternyata secara tidak sadar hal itu selalu mendapingimu dalam kehidupan ini. Akhirnya setelah kamu tahu bahwa ada orang yg mendabamu selama ini dan sekarang orang itu telah bersama oranglain, kamu hanya bisa membayangkannya. “Menyesal?” tidak...Cuma heran aja “kemana aja gw selama ini?” yah mungkin dibutakan ama cinta semu yg lain kali. (hahahaha PEDE.red)

Biarlah itu menjadi kenangan menggelikan dalam hidupku. Belum lagi surat cinta, ato sekedar surat kaleng, ato surat minta maaf yang aku tulis pada waktu lebaran ke 13ku belum sempat aku kasihkan kepadanya. Yang intinya adalah minta maaf bila aku ada salah, dan sebenere kita ada apa to? Kok selama ini sejak kita digosipkan di kelas 4 SD pe sakarang SMP kita gak pernah tegur sapa. Bahkan saat aku bertandang ke warung kelontongmu hanya untuk sekedar membeli obat nyamuk bakar kita juga tidak bertegur Cuma bilang “berapa?”...”seribu lima ratus rupiah”...chep! sudah. Bertahun-tahun begitu terus sampai lebaran berikutnya pun kita gak pernah bersalaman ato sekedar silaturahmi seperti layaknya orang bertetangga. Bahkan lebih konyolnya lagi surat yang sudah aku tulis di kartu lebaran yang belum sempat aku kasihkan kekamu itu hilang entah kemana...kira-kira 2tahun berikutnya aku menemukan kertas yg tidak pernah sampai ketujuannya ini di dekat perapian rumahku. Kubaca lagi isi kertas itu, hahahahaha konyol sekali membacanya, mengingat masa gundah di dunia kanak-kanak. Sampai-sampai gosip ini bertahan di kampungku selama bertahun-tahun, yah apa gak ngira kalo ini cinta monyet?...capek deh!!!. TK, SD, Kuliah kecuali SMA kita satu instansi alias sekampus trus, tapi hampir gak pernah yang namanya kita bertegur sapa.
Kita baru bertegur sapa sekitar akhir tahun saat kamu merayakan kelulusanmu sebagai sarjana pendidikan. Saat itu keadanaan sudah berubah, aku punya pacar dan kamu baru mo pedekate ma orang kenalanmu. Aku merasakan enaknya bersilaturahmi seperti ini, asyik gada raut muka yang disembuyikan dari wajah wanita berjilbab ini. Dan mungkin karena dia bisa membuka hati buat orang lain.
Dan sekarang saat aku dah menikmati masa kesendirianku (jomblo.red), kamu sudah berkeluarga dengan cowok pilihanmu. Aku ma teman-teman salut sama kamu, u gak pernah yang namanya berpacaran, kamu tegakkan syariat Islam. Semoga aku bisa mengikuti jejakmu, Amien. (ta’aruf)

*****

Buat temen-temen ku SD yang baca tulisan ini gsah menebak-nebak lagi siapa dia kalian pasti tau, dan jangan diungkit-ungkit lagi. (hehehe thx pengalamannya).

Buat ida : thx dah membukakan rahasia yang selama ini aku gak tau ato bahkan lupa, you are one of my best friends. Selama kamu belum nikah ato aku belum nikah u harus nemenin aku jalan-jalan saat lebaran. Deal!!!

Selasa, 24 Agustus 2010

Hal konyol yang pernah gw lakuin



Saat itu sepulang dari TPA (TPQ) aku ma teman-temanku naek bus kota pulang kerumah, maklum jarak tempuh sekitar 3km dari rumah.
Nah kebiasaan klo naek bus kita umpet-umpetan ama kondektur bus.

"dek dek, heh! receh-receh!" sang kondektur memintaiku iuran.
aku diem aja membelakangi pura-pura tidak tahu, saat itu letakku di sebelah pak supir diatas mesin kendaraan yg sudah tua itu.

"heh le!!" bentaknya agak keras "receh-receh" sambil menunjukku...
"ndak punya duit ogh pak" ucapku dengan memelas sambil merogoh kantong celana.

'dasar culun pura-pura nangis lagi' cletukku dalam hati...

"lah piye, ra duwe duit kok yo ngebiski piye to le le! wu!" cletuk kondektur dengan logat jawa kental.

wahahahaha setelah turun dari bis "isin" tenan aku diejekin temen-temen.
wahahahaha padahal cuma Rp 100,-, dan sebenarnya aku punya saat itu.
wahahahaha waktu itu aku kelas 2-3 SD.

Setelah kejadian itu aku malu banget kalo ketemu bapak kondekturnya itu lagi...
xixixixixixixixixi.....maaf pak..

Rabu, 02 Juni 2010

सकक mat

Buat para cewek-cewek yang udah anti alias eneg banget digombalin ama cowok-cowok gombal alias buaya darat, laut dan udara (emang ada yah? heheheh, sekarang ada beberapa kunci jawaban alias kisi-kisi (udah kaya mo ujian kan? hehehe..) buat ngadepin mereka. Mari kita adepin mereka dengan balesan-balesan kalimat yang bisa bikin mereka kena skak mat..baca yah...

1. “Bapak kamu tukang kebun ya? Abis tiap ketemu kamu hatiku berbunga-bunga!”

Jwb : Tepatnya sih, ibu yang tukang kebun, bapak pegawai swasta, om guru SD, tante sekretaris, kakak masih kuliah

2. ”Kamu jago main catur ya?! Soalnya hati aku udah di skak mat sama kamu.”

Jwb: Ah masak? Padahal aku atlit voli, karena hati kamu udah aku smash dari tadi!

3. ”Kamu nggak capek ya? Kan udah dari semalam lari-lari di hatiku.”

Jwb: Iya nih capek! Makanya traktir dong!

4. ”Eh kamu dicariin polisi tuh! Pasti gara-gara mencuri hati aku.”

Jwb: Kalau gitu kita sama-sama buronan dong

5. “Kamu lucu deh, tapi masih lucuan aku.”

Jwb: Niat ngerayu nggak sih??

6. ”Punya toko jualan hp ya ? Kalau iya, pasti nomor-nomornya cantik kayak kamu.”

Jwb: Ada sih, tapi nomor cantiknya udah laku tuh!

7. Cowok: Dirumah kamu ada tangga nggak?
Cewek: Buat apa?
Cowok: Buat menggapai hati kamu.

Jwb: Masih jaman ya pakai tangga? Dirumahku adanya lift!

8. ”Halo boleh kenalan?”

Jwb: Maaf, salah sambung!

9. ”Hai Lucu!”

Jwb: Mana yang lagi ngelucu?

10. ”Lagi ngapain? Keliatannya dari tadi bete nih. Mau nggak gue temenin?”

Jwb: Boleh, asal siap aja dimaki-maki, karena gue lagi PMS!

11. ”Hai apa kabar? Kayaknya kita pernah ketemu deh, boleh tau namanya nggak?”

Jwb: Emmm, ketemu dimana ya? Lo inget nggak?

12. ”Awas musim banjir, tapi kalau hanyut, biar abang yang tangkep!”

Jwb: Tapi jangan lupa bales SMS dulu bang..

13. ”Udah makan belum? Gue belum nih...”

Jwb: Teruuuus???

14. ”Duh aku kehilangan kunci nih, kunci untuk membuka hati kamu.”

Jwb: Ya udah, kita ke tukang duplikat kunci aja yuk!

15. ”Sendirian aja? Eh, bokap lo direktur Planetarium ya? Abis dimata lo banyak bintang seh!”

Jwb: Belum liat hati gue kan? Ada Tata Surya segala lho!

16. “Kamu pasti suka main lem ya? Abis kamu nempel terus dihatiku.”

Jwb: Aduh jadi nggak enak! Aku pakai lem besi soalnya..

17. “Tahu nggak, pemilu kemaren aku terpaksa nggak milih Pak SBY. Soalnya aku milih kamu!”

Jwb: Kok aku nggak jadi presiden ya?

18. “Bisa balik badan sebentar nggak? Kirain Cuma bidadari yang bersayap aja yang bisa secantik ini.”

Jwb: Kalau ternyata ada kerokannya, gue masih kayak bidadari nggak neh?

19. ”Mau kemana? Mau dianter nggak?”

Jwb: Mau muter-muterin Mangga Dua, Blok M, Melawai, Pasar Baru terus baru ke Mayestik. Masih berminat ?

20. ”Hari cerah banget ! Padahal 5 menit yang lalu nggak gini deh”

Jwb: Ah, kalo menurut gue justru 5 menit lalu cuaca lebih cerah..

21. ”Papa kamu jualan paku ya ? Kok hatiku terpaku sama kamu terus?”

Jwb: Iya, untung aja papaku nggak jualan gergaji dan martil!

22. Cowok: Punya dongkrak nggak?
Cewek: Nggak tuh
Cowok: Kalau nama punya kan?

Jwb: Dongkrak sih nggak punya, tapi obeng, tang, dan palu ada. Mau pinjem?

23. ”Kamu bagus banget pakai baju itu!”

Jwb: Makasih, dari mantan pacar aku nih

24. ”Bokap kamu astronot ya? Bukannya apa-apa, aku Cuma pengen tahu aja gimana cara ngambil bintang yang ada dimata kamu.”

Jwb: Bapak aku jendral, tau! Tepatnya Jendral bintang 3

25. ”Hai kita dari...lagi bikin survey. Bisa minta nomor telpon dan alamatnya?”

Jwb: Bisa lihat surat tugasnya?

26. Cowok: Kalo mau tidur kamu dandan nggak?
Cewek: Nggak, kenapa?
Cowok: Siapa tau ketemu aku didalem mimpi..

Jwb: Ah, kalau ketemu kamu, aku langsung bangun aja deh..

27. ”Halo lo temennya si ini kan? Gue sering ngeliat lo di...”

Jwb: Iya, lo tau aja. btw lo sendiri temennya siapa ya ?

28. ”Mama kamu ngidam apa sih waktu hamil ? Kok bisa punya anak secantik kamu ? ”
Jwb: Waktu itu Mama ngidam ketemu Angelina Jollie . Walaupun kata orang-orang gue lebih mirip sama Dian Sastro. Mirip ya?

Gimana lumayan kan buat masukan kita-kita para cewek-cewek? hehehe.. buat para cowok-cowok yang udah terlanjur ngebaca..dimohon memberikan rayuan pulau kelapanya yang lebih kreatif lagi yah..hehehe..kali aja kali ini nge-buat kita jadi ber-bunga-bunga, ok guyz & galz?

dari : Monica
Sanguin-Kholeris

Jumat, 14 Mei 2010

Terlampaukan


"..thus, I just wanna say to you: goodbye. It was an amazing 3years. Have an amazing life. I hope I can still be friends with you.

from : sherina munaf